Ekonomi dibedakan menjadi dua jenis pernyataan:
- Ekonomi positif menjelaskan keadaan apa adanya dengan pernyataan yang dapat diuji benar atau salah menggunakan data. Contoh: "Kenaikan upah minimum sebesar 10% menaikkan pengangguran kaum muda sebesar 2%."
- Ekonomi normatif menilai seharusnya bagaimana, yaitu pernyataan yang mengandung nilai dan tidak bisa dibuktikan benar atau salah. Contoh: "Pemerintah seharusnya menaikkan upah minimum."
Kata seperti "seharusnya", "sebaiknya", "adil", atau "terlalu mahal" menandai pernyataan normatif. Satu hal yang perlu diingat: pernyataan positif tidak harus benar — yang penting ia dapat diuji dengan fakta. "Bumi itu datar" adalah pernyataan positif yang kebetulan salah, bukan pernyataan normatif.